Memasuki titik lokasi kelima program “NGOPI” Ngobrol Pendidikan Islam yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi bersama Anggota Legislatif Komisi VIII DPR RI dilaksanakan pada Selasa (1/8) di Jangkat, Kabupaten Merangin.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Dedi Irama Silalahi menyampaikan bahwa inisiatif anggota legislatif Komisi VIII DPR RI bersama Knawil Kemenag Jambi untuk menyapa masyarakat melalui acara NGOPI ini. “Dalam hal ini, anggota legislative DPR RI yang mendatangi langsung untuk menanyakan apa permasalahan yang terjadi di lapangan terkait pendidikan Islam,” tutur beliau.
Selaku mitra kerja, Kanwil Kemenag Jambi mengucapkan terima kasih atas kehadiran langsung anggota legislatif DPR RI di tengah masyarakat untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Harapannya, melalui kewenangan yang dimiliki anggota legislatif DPR RI dapat melindungi kepentingan masyarakat berupa regulasi maupun kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan Islam di lingkungan pendidikan madrasah di provinsi Jambi. “Oleh karena itu sampaikan semua keluh kesah dan semua kendala-kendala yang ada apapun bentuknya beserta masukan yang akan menjadi catatan Hasan Basri Agus selaku anggota legislatif Komisi VIII DPR RI,” dorong beliau.
Tak lupa mengucapkan terima kasih atas segala dukungan dan bantuan dari Hasan Basri Agus selaku anggota legislatif Komisi VIII DPR RI yang salah satunya telah berupaya meningkatkan pendidikan Islam di lingkungan madrasah di provinsi Jambi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merangin, H. Khusaini menyambut baik penyelenggaraan kegiatan NGOPI ini untuk mendatangkan manfaat positif bagi peningkatan pendidikan Islam, khususnya di lingkungan pendidikan madrasah.
Orientasi pendidikan Islam, termasuk di lingkungan pendidikan madrasah diharapkan dapat terlaksana dengan baik dan tidak menjadi kabur penguatan kurikulumnya agar dapat memperkuat kehidupan keagamaan dalam keseharian yang berpijak pada kebutuhan pragmatis di lapangan. Dengan demikian, pendidikan Islam merupakan salah satu pondasi bagi kehidupan masyarakat berdasarkan moralitas dan gerakan sosial budaya.
Proses pembelajaran Pendidikan Islam sangat besar pengarunhnya bagi pembentukan moralitas dan kompetensi sumber daya manusia para anak didik. Idealnya, pembelajaran akan dapat membangkitkan potensi dan motivasi, serta menggali bakat, minat, dan keahlian para anak didik melalui pola pembelajaran yang kreatif dan kontekstual.
Profesionalitas dibarengi penguatan kompetensi para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, termasuk di lingkungan pendidikan madrasah sangat diperlukan guna peningkatan pendidikan Islam tersebut. “Kompetensi dan kualifikasi disertai kemampuan para pengajar dalam menyajikan materi pembelajaran aktualitatif adalah salah satu faktor penunjang yang sangat penting untuk mengembangkan minat belajar dan pengembangan bakat siswa secara maksimal” sebut beliau.
Selanjutnya mengharapkan melalui kehadiran anggota legislatif Komisi VIII DPR RI dapat memperkuat pendidikan Islam di lingkungan pendidikan madrasah Provinsi Jambi melalui dukungan bantuan dewan legislatif. Salah satunya dukungan penganggaran dana pendidikan Islam yang proporsional dan peningkatan sarana dan prasarana di lingkungan pendidikan madrasah.
Hasan Basri Agus selaku selaku anggota legislatif Komisi VIII DPR RI bersyukur dapat hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menampung aspirasi masyarakat sebagai bahan pertimbangan yang akan dibawa pada forum DPR RI bersama Menteri Agama RI.
“Berbahagia sekali dapat menjumpai langsung masyarakat yang salah satu titiknya di Jangkat ini dari 13 titik lokasi yang dijadwalkan. Sebagai wakil rakyat berhak menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah, pemerintah dalam Kementerian/Lembaga di pusat,” ujar beliau.
Berbagai hal yang telah disampaikan oleh masyarakat pada beberapa titik lokasi pertemuan merupakan catatan penting yang dapat memperkaya khazanah Komisi VIII DPR RI. Seperti peningkatan sarana prasarana pendidikan madrasah, perhatian pada kesejahteraan para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan pendidikan madrasah, khususnya para tenaga honor, penguatan kurikulum pendidikan Islam yang menjadi pembentukan pengembangan sumber daya dan kompetensi anak didik berdasarkan nilai-nilai agama Islam, dan berbagai hal lainnya.
Tentunya menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah bersama dewan legislatif sebagai wakil rakyat menjadi berbagai tantangan dalam upaya peningkatan pendidikan Islam di Provinsi Jambi.
Program NGOPI Kemenag Jambi bersama Anggota Legislatif DPR RI tersebut akan masih berlanjut di delapan titik lokasi yang dijadwalkan berikutnya (in/rls)